viewers

Diberdayakan oleh Blogger.
RSS

asuhan keperawatan



TUGAS INDIVIDU KEPERAWATAN DASAR II
ASUHAN KEPERAWATAN PADA KOMUNITAS


OLEH:
A.   13. 2
Nama                       : Tsania Ayu Zaharany
NIM                         : 22020113140126


JURUSAN ILMU KEPERAWATAN
FAKULTAS KEDOKTERAN
UNIVERSITAS DIPONEGORO
2014

ASUHAN KEPERAWATAN
PEMENUHAN KEBUTUHAN AMAN DAN NYAMAN
PADA Ny. D  

Tanggal / Jam Pengkajian        : 12 Mei  2014 / 19.43 WIB
A.  IDENTITAS KLIEN
1.      Identitas Klien
Nama                             : Nn. D
Umur                             : 19 tahun 4 bulan
Jenis Kelamin                : Perempuan
Status                             : Belum menikah
Agama                           : Islam
Suku/Bangsa                  : Indonesia
Pendidikan Terakhir      : SMA
Pekerjaan                       : Mahasiswa
Alamat                           : Manggen 03/01 Manang, Grogol, Sukoharjo
2.      Identitas Penanggungjawab
Nama/Umur                   : Tn. I
Jenis Kelamin                : Laki-laki
Suku/Bangsa                  : Jawa dan Indonesia
Pendidikan Terakhir      : S1
Pekerjaan                       : Pegawai Negeri
Hubungan dengan klien            : Anak kandung
Alamat                           : Manggen 03/01 Manang, Grogol, Sukoharjo
B.  RIWAYAT KESEHATAN
1.    Keluhan Utama
Klien mengatakan bahwa nyeri pada kaki akibat jatuh dari tangga sejak hari kamis tangal 8 mei 2014.



2.    Riwayat Penyakit Sekarang
Klien mengatakan jatuh dari tangga sejak hari kamis tangal 8 mei 2014. Klien mengeluhkan sulit menggerakan bagian kaki sebelah kanan. Klien mengatakan bengkak di kaki. Ada luka pada bagian tungkai kaki. Tekanan yang tergolong darah rendah membuat kepala Nn. D sering pusing. Terkadang menggalami susah tidur terlebih lagi setelah jatuh. Wajah yang tampak pucat dengan punya kantung mata. Disekitar mata berwarna hitam akibat susah tidur. Sering menggalami hidung tersumbat sehingga membuatnya susah untuk bernafas.
3.    Riwayat Penyakit Dahulu
Mempunyai penyakit alergi terhadap dingin dan debu. Pernah menggalami alergi obat sulfa dan tetra. Dulu waktu kecil usia 9 tahun menggalami  operasi amandel.waktu kecil juga menggalami Eritema Makuler. Menggalami alergi terhadap obat sulfa dan tetra, dingin serta debu.
4.    Riwayat Kesehatan Keluarga
Ayah dari Nn. D masih mempunyai sakit  hipertensi dan diabetes. Untuk ibu Nn. D pernah punya riwayat kesehatan typus dan anemia. Adik pertama belum terjangkit penyakit yang membutuhkan penanaganan. Sedangkan untuk adik ke dua Ny. D mempunyai sakit hernia.
Genogram:











 







                             



 







            Keterangan:
                        : sudah meninggal                                                       : Tn. P

                                   
            : perempuan                                                     : Ny.    : Ny. P


                        : laki-laki                                                                     : perkawinan
                                                                                                           
            : tinggal satu atap                                                        : keturunan

 

                        : Klien N.n D

C.  PENGKAJIAN KEBUTUHAN DASAR
1.        Kebutuhan Aktivitas dan Latihan
a.    Sebelum Sakit
Klien dapat melakukan semua aktivitas sehari-hari dengan kedua bagian anggota tubuh. Pekerjaan klien sehari hari kuliah dan berorganisasi. Selain itu, klien juga  menyelesaikan tugas kuliah, bersih – bersih, nonton tv serta tugas sehari.
b.    Selama Sakit
Klien terhambat ketika melakukan aktivitas. Ekstremitas bawah  pada kaki kanan menggalami cedera. Saat digunakan untuk berjalan, klien merasakan nyeri , pergerakan sendi dan otot yang kurang leluasa.


2.        Kebutuhan Hygiene dan Integritas Kulit
Parameter
Sebelum sakit
Selama sakit
Mandi
2x/hari
2x/hari
Gosok gigi
3x/hari
3x/hari
Potong kuku
Ya
Ya
Keramas
Ya
Ya

3.        Kebutuhan Istirahat dan Tidur
Parameter
Sebelum sakit
Selama sakit
Waktu
Siang dan Malam
Malam
Kuantitas
7 jam
4 jam
Kualitas
Nyenyak
Sering terbangun
Keluhan
Tidak ada
Kurang bisa tidur akibat nyeri

4.        Kebutuhan Nutrisi dan Cairan
Parameter
Sebelum sakit
Selama sakit
Frekuensi makan
2x/hari
2x/hari
Frekuensi minum
8 gelas/hari
7 gelas/hari
Jenis makanan
Nasi
Nasi
Jenis minuman
Air putih
Air putih
Jumlah
Porsi sedang dan selalu habis
Porsi dikit dan selalu habis
Keluhan
Tidak ada
Tidak ada

5.        Kebutuhan Oksigenasi
a.    Sebelum Sakit
Klien dapat bernapas dengan normal dan terkadang mengalami sesak nafas. klien tidak merokok.
b.   Selama Sakit
Klien masih dapat bernapas secara mandiri, Klien mengalami sesak napas.
6.        Kebutuhan Eliminasi
a.    Pola Eliminasi BAB
Parameter
Sebelum sakit
Selama sakit
Frekuensi
1x/hari
1x/hari
Jumlah
Sedang
Sedang
Warna
Kuning
Kuning
Konsistensi
lembek
Lembek
Keluhan
Tidak ada
Tidak ada


b.    Pola Eliminasi BAK
Parameter
Sebelum sakit
Selama sakit
Frekuensi
4x/hari
4x/hari
Jumlah
Banyak
Banyak
Warna
Jernih kekuningan
kekuningan
Bau
Tidak berbau
Tidak berbau
Keluhan
Tidak ada
Tidak ada

7.        Kebutuhan Persepsi Sensori dan Kognitif
Parameter
Sebelum sakit
Selama sakit
Alat indera
Semua alat indera normal, tidak ada kelainan
Kaki  terasa nyeri dan berat, skala nyeri 5
Kemampuan merespon dan refleks
Baik
Baik
Kemampuan berpikir
Baik
Baik
Daya ingat
Baik
Baik

8.        Kebutuhan Termoregulasi
a.    Sebelum Sakit
Produksi keringat klien normal. Setiap malam klien menggunakan selimut saat tidur. Suhu tubuh klien seperti biasa. klien jarang mengalami demam.
b.    Selama Sakit
Suhu tubuh klien mengalami peningkatan. Klien mengalami tubuh yang lemah. Klien merasa tubuhnya panas.
9.        Kebutuhan Konsep Diri
Parameter
Sebelum sakit
Selama sakit
Pola emosional
Terkontrol
Terkontrol
Citra diri
Terbuka
Terbuka
Harga diri
Normal
Normal
Identitas diri
Senang bersosialisasi
Klien sopan dan ramah, dapat bersosialisasi baik dengan lingkungan sekitar
Peran diri
Anak pertama
Aktivitas terhambat sebagai mahasiswa

10.    Kebutuhan Stress-Koping
Klien dalam mengatasi sakitnya sering melakukan pola koping dengan motivasi intrapersonal dan terbuka pada orang tua. Klien juga melakukan pemikiran positif saat sakit. Klien suka melihat film komedi membuat klien tampak senang dan tertawa.

11.  Kebutuhan Aman dan Nyaman
Klien mengatakan nyeri pada bagian ekstrimitas bawah sebelah kanan.
P     : Klien mengatakan nyeri pada bagian ekstrimitas bawah sebelah kanan karena jatuh dari tangga  dan timbulnya bengkak serta ada luka pada tungkai kaki.
Q     : Klien mengatakan nyeri seperti ditusuk-tusuk benda tajam.
R     : Pada bagian ektrimitas bawah mulai tibia sampai pergelangan kaki
S     : Skala nyeri 6
T     : Nyeri bersifat akut, berlangsung ketika adanya pergerakan tubuh.

12.    Kebutuhan Seksual-Reproduksi
Klien telah mengalami menstruasi.

13.    Kebutuhan Komunikasi-Informasi
Parameter
Sebelum sakit
Selama sakit
Komunikasi
Kemampuan komunikasi klien baik, normal, dan mudah dimengerti oleh orang lain
Tidak ada masalah pada komunikasi, klien mengerti bahasa Jawa dan Indonesia
Informasi Kesehatan
Terbatas
Keluarga mendapat lebih banyak informasi kesehatan
Sumber
Keluarga dan teman
Dokter dan perawat

14.    Kebutuhan Rekreasi – spiritual
Spiritual  : Klien sering berdoa ingin cepat sembuh.
Rekreasi : Klien suka melihat film komedi membuat klien tampak senang dan tertawa.

D.  PEMERIKSAAN FISIK
1.        Keadaan Umum       
Keadaan umum klien lemah.
Kesadaran Klien
Klien sadar penuh (composmentis), Glasgow coma scala 13 (4 - 5- 4 ) untuk E = 4, V = 5 M= 4

2.        Tanda-tanda vital
a.    TD              : 90/60 mmHg             c. Nadi            : 65 x/menit                
b.    Suhu           : 380 C                         d. RR  : 16 x/menit
3.        Kepala
a.    Rambut dan kulit kepala
-       Inspeksi              :
Bentuk kepala mesocephal, kulit kepala bersih, rambut keriting, bersih, tidak berketombe, warna rambut hitam, penyebaran rambut merata.
-       Palpasi                : Tidak ada massa/benjolan, tidak ada nyeri tekan.
b.    Wajah
-       Inspeksi              :
Bentuk wajah bulat , kulit wajah bersih, sedikit berminyak, tulang pipi nampak sedikit menonjol.
-       Palpasi                :
Tidak ada nyeri tekan, tulang pipi teraba sedikit menonjol.
c.    Mata
-       Inspeksi              :
Kedua mata simetris, tidak ikterik, konjungtiva anemis, pupil isokor, bulu mata hitam dan merata, dapat melihat dengan baik.
-       Palpasi                : Tidak ada benjolan pada bulatan kedua bola mata.

d.   Hidung
-       Inspeksi              :
Bentuk simetris, tulang hidung lurus, bersih, tidak ada lesi/jaringan parut, pelebaran nares normal.
-       Palpasi                :
Septum hidung elastis, tidak ada massa/benjolan, tidak ada nyeri tekan.

e.    Mulut
-       Inspeksi              :
Bentuk bibir simetris, mukosa bibir kering, mulut bersih, lidah bersih, tidak terdapat beberapa karies gigi, warna gigi putih kekuningan , gusi berwarna kemerahan, adanya stomatitis, tidak terjadi pembengkakan tonsil, pergerakan epiglotis normal.
-       Palpasi                : Tidak ada massa/benjolan, tidak ada nyeri tekan.
f.     Telinga
-       Inspeksi              :
Bentuk kedua sisi simetris, bersih, tidak terdapat lesi/jaringan parut, warna kulit merata, lubang telinga ada serum.
-       Palpasi                :
Daun telinga elastis, tidak terdapat massa/benjolan dan nyeri tekan.

4.        Leher
a.    Inspeksi                  :
Bentuk simetris, warna kulit merata, tidak ada lesi, pergerakan kelenjar tiroid baik saat menelan.
b.    Palpasi                    :
Tidak ada massa/benjolan, tidak ada nyeri tekan, teraba nadi karotis.
5.        Dada
a.    Dada luar
-       Inspeksi              :
Bentuk dada simetris, pergerakan dada di kedua sisinya sama ketika bernapas, warna kulit merata, tidak ada jejas, tidak terdapat lesi.
-       Palpasi                :
Tidak terdapat massa/benjolan dan tidak ada nyeri tekan.
-       Perkusi               :
Terdapat perbedaan bunyi saat dilakukan ketukan pada area pulmonal dan cardio.
b.    Paru-paru
-       Inspeksi              :
Kembang kempis dada bersamaan antara sisi kanan dan kiri.
-       Palpasi                :
Getaran taktil fremitus teraba sama dan seimbang pada kedua sisi kanan-kiri dan depan-belakang.
-       Perkusi               : Terdengar suara sonor pada paru-paru
-       Auskultasi          : Bunyi napas vesikuler, irama napas teratur.
c.    Jantung
-       Inspeksi              : bentuk dada simetris kanan kiri, tidak ada jaringan parut, tidak ada lesi, tidak terlihat ictus cordis, irama teratur
-       Palpasi                : Detak jantung terasa jelas.
-       Perkusi               :
Tidak terdapat perbedaan bunyi pada batas-batas jantung ketika dilakukan ketukan pada area cardio intercosta 5, suara pekak.
-       Auskultasi          :
Bunyi jantung normal terdengar bunyi lup-dup beriringan, tidak terdapat bunyi jantung tambahan (murmur).
7.        Abdomen
a.     Inspeksi                  :
Bentuk perut datar, warna kulit kuning langsat, dan tidak ada lesi/jaringan parut.
b.    Palpasi                    :
Tidak ada nyeri tekan dan tidak ada massa/benjolan.
c.     Perkusi                    : bunyi timpani
d.    Auskultasi              : Terdengar bising usus 8x/menit

8.        Genitalia
a.    Inspeksi                  :
Bentuk normal, tidak ada kelainan, tidak ada lesi dan tidak terjadi distensi.
b.    Palpasi                    :
Tidak terdapat massa/benjolan, tidak ada nyeri tekan.
9.        Ekstremitas Atas
a.     Inspeksi                  :
Kanan                     :
Turgor pada tangan klien elastis, tidak terdapat edema, kuku tangan bersih, kekuatan otot normal, capillary refill selama 2 detik.
Kiri                         :
Turgor pada tangan klien elastis, tidak terdapat edema, kuku tangan bersih, kekuatan otot normal, capillary refill selama 2 detik.
b.    Palpasi                    :
Kanan                     :
Tidak terdapat massa/benjolan, tidak ada nyeri tekan pada kedua sisinya.
Kiri                         :
Tidak terdapat massa/benjolan, tidak ada nyeri tekan pada kedua sisinya.
10.    Ekstremitas Bawah
a.     Inspeksi                  :
Kanan                     :
Kedua sisi simetris, terdapat bengkak dengan derajat 1 pada tungkai kaki kanan akibat jatuh, pergerakan kaki lemah, tidak ada lesi/jaringan parut, terdapat luka memar dengan ukuran 5 mm warna biru, hijau, dan coklat, bentuk oval pada bagaian tungkai kaki. kekuatan otot menjadi lemah akibat luka memar. Terhambatnya mobilisasi fisik. Terjadi kekakuan otot dan telapak kaki bengkok dalam posisi normal.
Kiri                         :
kedua sisi simetris, tidak terdapat nyeri pada sendi, dengan kekuatan otot tingkat 5. Tidak ada edema dan akral tidak dingin.

b.      Palpasi                    :
Kanan                     :Telapak kaki teraba halus, ada massa/benjolan, ada nyeri tekan dan klien mengalami luka pada bagian tungkai kaki.
Kiri                         : Telapak kaki teraba halus, tidak massa / benjolan, tidak ada nyeri tekan, tidak ada luka pada kaki, dan tidak ada edema.

E.  PEMERIKSAAN PENUNJANG
1.      Pemeriksaan pada ektremitas bawah
No. Foto Rontgen  :
Nama/umur             : Ny. D/ 19 tahun
Alamat                    : Manggen 03/01 Manang, Grogol, Sukoharjo
Tanggal periksa      : 8 Mei 2014
Hasil pemeriksaan radiologi
        Tidak adanya patah tulang maupun pergeseran tulang

F.   PROGRAM TERAPI
Program Terapi Pada ekstremitas bawah
Dengan menggunakan tensoraf sebagai pengembalian postur kaki yang telah cedera seperti bengkok sehingga lebih nyaman.

G.  PENGELOMPOKAN DATA
a.    Data Subjektif      :
o   Klien mengatakan terhambat ketika melakukan aktivitas.
o   Klien mengatakan Ekstremitas bawah menggalami cedera. klien mengatakan merasakan nyeri dan pergerakan yang kurang leluasa, Saat digunakan untuk berjalan.
o   Klien mengatakan susah tidur karena pergerakan kaki yang tidak disadari waktu tidur sehingga merasakan nyeri.
o   Klien mengatakan badanya lemas.
o   Klien mengatakan susah bergerak.
o   Klien mengatakan pengurangan aktivitasnya akibat kakinya yang cedera.
o   Klien mengatakan badanya panas.
o   Klien mengatakan ada luka memar pada tungkai kaki dan bengkak.
o   Klien mengatakan kurang bisa tidur akibat nyeri
o   Klien mengatakan Kuantitas tidur hanya  4 jam
o   Nyeri klien bersadasarkan pengkajian PQRST
P    : Klien mengatakan nyeri pada bagian ekstrimitas bawah sebelah kanan karena jatuh dari tangga  dan timbulnya hematum serta ada luka pada akral perifer bagian proksimal.
Q   : Klien mengatakan nyeri seperti ditusuk-tusuk benda tajam.
R   : Pada bagian ektrimitas bawah mulai tibia sampai pergelangan kaki.
S    : Skala nyeri 6
T    : Nyeri bersifat akut, berlangsung ketika adanya pergerakan tubuh
b.    Data Objektif        :
o   Keadaan umum klien lemas.
o   Klien badannya panas.
o   Klien merintih kesakitan
o   Terlihat bengkak  pada bagian tungkai kaki sebelah kanan.
o   Terdapat luka memar pada bagian tungkai kaki dengan ukuran 5 mm, bentuk oval dan warna biru kehijauan .
o   Tekanan darah 90/60 mmhg
o   Suhu 380 C
o   Adanya stomatitis.
o   terdapat bengkak pada kaki kanan akibat jatuh.
o   Pergerakan kaki lemah, terdapat luka pada bagaian tungkai kaki.
o   kekuatan otot lemah.
o   Terhambatnya mobilisasi fisik.
o   Ada massa/benjolan, ada nyeri tekan.
o   matanya terlihat sembab dan ada lingkaran hitam dibawah mata
o   Terjadi kekakuan otot
o    Telapak kaki bengkok dalam posisi normal




H.    ANALISA DATA
No
Hari, tanggal
Data Fokus
Masalah
Etiologi
Diagnosa Keperawatan
Paraf
1.
Senin, 12 Mei 2014
DS :
- Klien mengatakan terhambat ketika melakukan aktivitas.
- Klien mengatakan pengurangan aktivitasnya akibat kakinya yang cedera.
- Klien mengatakan susah bergerak.

DO :
- terdapat bengkak
- kekuatan otot lemah.
-Terhambatnya mobilisasi fisik.
- Ada massa/benjolan.
- perubahan cara berjalan.
- pergerakan lambat.
- kesulitan mebolak- balik posisi
Hambatan mobilitas fisik (00085)
Nyeri dan intoleran aktibitas
Hambatan mobilitas fisik berdasarkan Nyeri dan intoleran aktibitas.

2.
Senin, 12 Mei 2014
DS :
- Klien mengatakan nyeri ketika bergerak.
- klien mengatakan nyeri pada tungkai kaki kanan dan pergelangan kaki
- Nyeri berdasarkan PQRST
P: Klien mengatakan nyeri pada bagian ekstrimitas bawah sebelah kanan karena jatuh dari tangga  dan timbulnya bengkak serta ada luka pada tungkai kaki
Q: Klien mengatakan nyeri seperti ditusuk-tusuk benda tajam.
R: Pada bagian ektrimitas bawah mulai tibia sampai pergelangan kaki.
S: Skala nyeri 6
T: Nyeri bersifat akut, berlangsung ketika adanya pergerakan tubuh

DO :
- sikap melindungi bagian nyeri seperti mengamankan kaki kanan.
- perubahan posisi menghindari nyeri dengan posisi
- melaporkan nyeri secara verbal.
- merengek kesakitan
- sikap waspada terhadap perlindungan bagian nyeri.
- perubahan tekanan darah, TD 90 /60 mmhg.
Nyeri akut
(00132)
Fisik (mengalami cedera fisik)
Nyeri akut berdasarkan Fisik (mengalami cedera fisik)

3.
Senin, 12 Mei 2014
DS :
- Klien mengatakan badanya panas
DO :
- Suhu 380 C
- peningkatan suhu tubuh diatas kisaran normal.
- kulit terasa hangat.
Hipertermia
( 00007 )
Trauma (cedera fisik)
Hipertermia berdasarkan Trauma (cedera fisik)



I.     PRIORITAS MASALAH KEPERAWATAN
1.    Nyeri akut berdasarkan Fisik (mengalami cedera fisik )
2.    Hipertermia berdasarkan Trauma (cedera fisik)
3.    Hambatan mobilitas fisik berdasarkan Nyeri dan intoleran aktibitas.

J.    PERENCANAAN KEPERAWATAN
No
Hari, tanggal
Diagnosa Keperawatan
Tujuan dan Kriteria Hasil
Intervensi
Paraf
1.
Senin, 12 Mei 2014
Nyeri akut berdasarkan Fisik (mengalami cedera fisik)

Setelah dilakukan tinda kan keperawatan selama 3 x 24 jam, diharapkan nyeri klien dapat berkurang dengan kriteria hasil sebagai berikut:
1.    Skala nyeri klien ber-kurang menjadi 1-3
2.    Klien melaporkan nyeri berkurang secara verbal.
3.    Menyembuhkan luka  pada bagaian tungkai kaki.
4.    Mengurangi bengkak pada bagian kaki sebelah kanan.
5.    Perubahan tekanan darah menjadi normal 120 / 80
1.   Mengkaji keadaan umum dan keluhan yang dirasakan klien.
2.   Lakukan pengkajian nyeri secara komprehensif termasuk lokasi, karakteristik, durasi, frekuensi, kualitas, intensitas nyeri, dan faktor-faktor presipitasi.
3.   Monitor tanda-tanda vital klien tiap 3 jam sehari.
4.   Beri posisi senyaman mungkin bagi klien.
5.   Ajarkan tentang teknik non farmakologi (teknik relaksasi/ distraksi pada klien).
6.   Kolaborasi dengan dokter
7.   Berikan analgetik untuk menguranggi nyeri
8.   Monitor pengunaan pembalut tensoraf

2
Senin, 12 Mei 2014
Hipertermia berdasarkan Trauma (cedera fisik)

Setelah dilakukan tindakan keperawatan selama 2x 24 jam, diharap-kan mengatasi hipertermia dengan kriteria:
1. Suhu 37,50 C
2. penurunan suhu pada kisaran normal.
1. Mengkaji keadaan umum dan keluhan yang dirasakan klien.
2. monitor tanda – tanda vital tiap 3 jam sehari.
3. kolaborasi dengan dokter
4. kompres pasien pada lipat paha dan aksila
5. ajarkan indikasi dari hipertermi dan penanganan yang dibutuhkan

3.
Senin, 12 Mei 2014
Hambatan mobilitas fisik berdasarkan Nyeri dan intoleran aktibitas.
Trauma (cedera fisik)









Setelah dilakukan tindakan keperawatan selama 2x 24  jam, diharapkan dapat melakukan mobilisasi fisik dengan kriteria:
1. perubahan cara berjalan menjadi normal.
2. mengurangi kesulitan mebolak- balik posisi.
3. klien meningkatkan dalam aktivias fisik
1. Mengkaji keadaan umum dan keluhan yang dirasakan klien.
2.  monitor tanda – tanda vital sebelum dan sesudah dalam latihan aktivitas
3. kaji kemampuan pasien dalam mobilisasi
4. berikan pasien  latihan ROM aktif
5. ajarkan pasien bagaimana merubah posisi dan bantu jika memerlukan.




K.  IMPLEMENTASI KEPERAWATAN

Hari, Tgl, Jam
No. Dx
Tindakan Keperawatan
Respon
Ttd
Selasa,
13/05/2014
12.10 WIB





12.25 WIB



























12.45 WIB



13.00 WIB


13.10 WIB


13. 20 WIB


13. 35 WIB

13. 40 WIB

13. 45 WIB


13. 55 WIB



15.10 WIB





15.15 WIB



15.30 WIB






1,2,3





1



























1,2,



1


1,2


1


1

1

2


2



3





1,2,3



1,2,3








Mengkaji keadaan umum dan keluhan yang dirasakan klien.




Mengkaji tingkat nyeri klien meliputi: skala, lokasi, karakteristik, durasi, frekuensi, kualitas, intensitas nyeri, dan faktor-faktor presipitasi























Monitor tanda-tanda vital klien.


Ajarkan tentang teknik non farmakologi (teknik relaksasi/ distraksi pada klien).
Kolaborasi dengan dokter


Berikan analgetik untuk menguranggi nyeri

Monitor pengunaan pembalut tensoraf
Memberikan  posisi senyaman mungkin bagi klien.
Memberikan kompres pasien pada lipat paha dan aksila

Ajarkan indikasi dari hipertermi dan penanganan yang dibutuhkan

mengkaji kemampuan pasien dalam mobilisasi




Monitor tanda-tanda vital klien.


Mengkaji keadaan umum dan keluhan yang dirasakan klien.


S : Klien mengatakan nyeri pada tungkai kaki kanan
O : terlihat bengkak dan ada luka memar berwarna hijau kebiruan.
S : Klien mengatakan nyeri pada tungkai kaki kanan, Skala 6, lokasi pada tungkai kaki sebelah kanan dan pergelangan kaki, karakteristik :
P : nyeri pada tungkai dan pergelangan kaki
Q : nyeri seperti ditusuk
R: nyeri pada tungkai dan pergelangan kaki sebelah kanan.
S : nyeri skala 6
T : terus menerus
Faktor presipatasi :
Biologis : penyebab biologis yang dapat menimbulkan nyeri yaitu ganguan fisik.
Psikologis : penurunana terhadap aktivitas sehari – hari.
O : ada bengkak, luka memar berwarna hijau kebiruan, menangis, nyeri skala 6, intensitas nyeri : sedang.
S :-
O : TD : 90/60, suhu : 38 C, RR : 16, Nadi : 65 /menit.
S : -
O : Klien kooperatif dan mau mengikuti instruksi
S : -
O : mendapatkan resep obat dari dokter
S : -
O : mendapatkan resep obat dari dokter
S : merasa nyaman
O : tampak rileks
S : merasa nyaman
O : tampak rileks
S : -
O : suhu : 38 C, kulit terasa hangat
S : -
O : wajah tampak serius mendengarkan penjelasan.
S : Merasakan nyeri jika bergerak sehingga ada pembatasan gerak
O: Sikap posisi yang nyaman dan jarang bergerak merubah posisi.
 S :-
O : TD : 90/60, suhu : 37,5 C, RR : 16, Nadi : 65
S : Klien mengatakan nyeri sedikit berkurang pada tungkai kaki dan pergelangan kaki.
O : masih terlihat bengkak derajat 1 dan ada luka memar masih berwarna hijau kebiruan.

Rabu,
14/05/2014
12.10 WIB






12.25 WIB



12.45 WIB


13.00 WIB


13. 30 WIB

13. 40 WIB

13. 45 WIB

13. 55 WIB


16.30 WIB




16.45 WIB



17.00 WIB


17.15 WIB




1






1,2,3



1


1


1

1

2

2



3




3


1,2,3


1,2,3




Mengkaji keadaan umum dan keluhan yang dirasakan klien.





Monitor tanda-tanda vital klien.


Ajarkan tentang teknik non farmakologi (teknik relaksasi/ distraksi pada klien).
Memberikan analgetik untuk menguranggi nyeri

Monitor pengunaan pembalut tensoraf
Memberikan posisi senyaman mungkin bagi klien.
Memberikan kompres pasien pada lipat paha dan aksila
Ajarkan indikasi dari hipertermi dan penanganan yang dibutuhkan

Memberikan pasien  latihan ROM aktif



Ajarkan pasien bagaimana merubah posisi dan bantu jika memerlukan.
Monitor tanda-tanda vital klien.

Mengkaji keadaan umum dan keluhan yang dirasakan klien.


S : Klien mengatakan nyeri sedikit berkurang pada tungkai kaki
O : masih terlihat bengkak dan ada luka memar masih berwarna hijau kebiruan.
S :-
O : TD : 110/70, suhu : 37,5 C, RR : 16, Nadi : 65
S : -
O : Klien kooperatif dan mau mengikuti instruksi
S : -
O : mendapatkan resep obat dari dokter
S : merasa nyaman
O : tampak rileks
S : merasa nyaman
O : tampak rileks
S : -
O : Suhu pasien 37 C
S : -
O : wajah tampak serius mendengarkan penjelasan.
S : -
O :  pergerakan mulai leluasa, berkurangnya kekakuan sendi dipergelangan kaki, kekuatan otot 5.
S : merasa nyaman
O : merasa rileks

S :-
O : TD : 120/80, suhu : 37 C, RR : 16, Nadi : 65
S : Klien mengatakan nyeri berkurang pada tungkai kaki skala nyeri 2, kekuatan otot 5.
O : masih terlihat bengkak derajat 1 dan  luka memar masih memudar.

Kamis,
15/05/2014
12.10 WIB





12.25 WIB












12.45 WIB


13.00 WIB


13.10 WIB

13. 20 WIB

15.00 WIB




15.10WIB




15.30 WIB

15.40 WIB


15.50 WIB


1,2,3





1












1,2,3


1


1

1

3




3




5

1,2,5


2,3,5



Mengkaji keadaan umum dan keluhan yang dirasakan klien.




Mengkaji tingkat nyeri klien meliputi: skala, lokasi, durasi, frekuensi, kualitas, intensitas nyeri









Monitor tanda-tanda vital klien.

Ajarkan tentang teknik non farmakologi (teknik relaksasi/
distraksi pada klien).
Monitor pengunaan pembalut tensoraf
Memberikan posisi senyaman mungkin bagi klien.
mengkaji kemampuan pasien dalam mobilisasi



Memberikan pasien  latihan ROM aktif



Ajarkan pasien bagaimana merubah posisi dan bantu jika
Monitor tanda-tanda vital klien.

Mengkaji keadaan umum dan keluhan yang dirasakan klien.


S : Klien mengatakan nyeri berkurang pada tungkai kaki skala 2
O : masih terlihat bengkak dan  luka memar telah hilang.
S : Klien mengatakan sedikit nyeri pada tungkai kaki kanan, durasi : ketika mengalami pergerakan tubuh. Frekuensi : hanya saat bergerak mengalami nyeri.
O : bengkak derajat 0, luka memar sudah hilang, nyeri skala 2
Intensitas nyeri : Nyeri ringan
S :-
O : TD : 120/80, suhu : 37 C, RR : 16, Nadi : 65
S : -
O : Klien kooperatif dan mau mengikuti instruksi
S : merasa nyaman
O : tampak rileks
S : merasa nyaman
O : tampak rileks
S : nyeri sudah berkurang, mulai bisa beraktivitas.
O: Sikap posisi yang nyaman
S : klien mengatakan kekauan sendi mereda, krkuatan otot 6.
O :  pergerakan mulai leluasa, aktivitas mulai dilakukan.
S : merasa nyaman
O : merasa rileks
S :-
O : TD : 120/80, suhu : 37 C, RR : 16, Nadi : 65
S : Klien mengatakan tidak nyeri pada tungkai kaki dengan skala 0, kekuatan otot 6.
O : bengkak derajat 0 dan  warna luka memar menghilang.



L.  EVALUASI KEPERAWATAN
No.
Hari/Tanggal/Jam
Evaluasi
Ttd
1.
Selasa,
13 Mei 2014
12.10 WIB
Dx. 1
S : Klien mengatakan nyeri sedikit berkurang pada tungkai kaki dan pergelangan kaki. Klien masih merasakan nyeri terus menerus terlibh lagi ketika bergerak.
O : bengkak berkurang, bengakak derajat 1, luka memar berwarna hijau kebiruan mulai memudar, nyeri skala 4, TD : 110 /70 mmhg
A : Masalah belum teratasi
P : Lanjutkan semua intervensi
Dx. 2
S : Klien mengatakan demam telah mereda, klien mengatakan suhu badan lebih menurun dibandingkan sebelum dikompres.
O : suhu 37,5 C, suhu badan masih terasa hangat.
A :Masalah sudah teratasi
P : pertahankan kondisi
Dx. 3
S : Merasakan nyeri jika bergerak sehingga ada pembatasan gerak, kekuatan otot 5.
O: Sikap posisi yang nyaman dan jarang bergerak merubah posisi.
A : Masalah belum teratasi
P : Lanjutkan semua intervensi

2.
Rabu, 14 Mei 2014
12.10 WIB
Dx. 1
S : Klien mengatakan nyeri berkurang pada tungkai kaki dengan  skala 3
O : masih terlihat bengkak derajat 1 dan  luka memar memudar.skala nyeri 3, TD : 120 / 80.
A : Masalah belum teratasi
P : Lanjutkan intervensi
Dx. 2
S : Klien mengatakan sudah tidak demam, klien mengatakan suhu tubuh kembali normal
O : suhu 37 C, suhu tubuh terasa normal.
A : Masalah sudah teratasi
P : pertahankan kondisi
Dx. 3
S : pergerakan mulai leluasa, berkurangnya kekakuan sendi dipergelangan kaki. Kekuatan otot 5.
O : aktivitas mulai dilakukan, pergerakan dan posisi tubuh terlihat nyaman dan rileks
A :Masalah sudah teratasi
P : Pertahankan kondisi


Kamis, 15 Mei 2014
12.10 WIB
Dx. 1
S : Klien mengatakan tidak nyeri pada tungkai kaki dengan skala 0.
O : bengkak derajat 0 dan  warna luka memar menghilang, pasien terlihat bergerak normal dan nyaman, skala nyeri 0, TD : 120 / 80.
A :Masalah sudah teratasi
P : Pertahankan kondisi.
Dx. 2
S : Klien mengatakan sudah tidak demam, klien mengatakan suhu tubuh kembali normal
O : suhu 37 C, suhu tubuh terasa normal.
A : Masalah sudah teratasi
P : pertahankan kondisi
Dx. 3
S : pergerakan mulai leluasa, kekakuan sendi telah mereda, kekuatan otot 6.
O : aktivitas mulai dilakukan, pergerakan dan posisi tubuh terlihat nyaman dan rileks
A :Masalah sudah teratasi
P : Pertahankan kondisi


  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS